This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 03 November 2012

Kamera Tanpa Lensa


Saat ini, dengan paduan kamera digital dan perangkat lunak pengolah citra, proses membuat foto yang indah dapat semakin mudah dilakukan. Ditambah lagi dengan tersedianya paduan fitur kamera digital dalam banyak telepon genggam, kegiatan ini semakin terjangkau oleh lebih banyak orang. Banyak penikmat fotografi yang berpendapat bahwa elemen penentu kualitas sebuah kamera adalah lensanya. Tapi tahukah anda, bahwa kamera yang pertama di dunia dulu dapat bekerja baik, padahal tidak berlensa? Dan uniknya, kamera tanpa lensa ini belum juga punah, karena masih sering dipakai hingga hari ini!
Mengapa Bisa Tanpa Lensa?
Kamera tanpa lensa ini telah dipakai sejak dulu kala [1]. Pada abad keempat, sejumlah tokoh Yunani seperti Aristoteles dan Euclid telah mendeskripsikan teknik tersebut. Begitu pula, pada abad kelima, seorang filsuf Cina bernama Mo Jing juga telah bermain-main dengan teknik ini, yang ternyata memang sederhana namun bekerja dengan cukup baik. Secara sederhana, teknik tersebut dapat diilustrasikan oleh gambar di bawah ini.
Teknik Memotret Tanpa Lensa
Teknik Memotret Tanpa Lensa
Bayangkan bahwa anda memiliki sebuah ruang kamar yang benar-benar tertutup rapat, kecuali pada sebuah ‘lubang jarum’ di salah satu sisinya. Gelombang cahaya akan ‘bocor’ memasuki lubang ini, sehingga sebuah citra akan terbentuk pada sisi dinding yang berseberangan dengan ‘lubang jarum’. Seperti terlihat pada gambar, citra yang terbentuk menyerupai objek yang terletak di luar ruang kamar, hanya saja terproyeksikan secara terbalik.
Foto Terbesar di Dunia
Teknik kamera tanpa lensa ini lalu dikembangkan lanjut oleh Ibn al-Haytham, sang saintis pertama di dunia [2], menjadi ‘camera obscura’ (bahasa latin dari kamar gelap; kata ‘camera’ tersebut akhirnya diadopsi untuk menyebut semua jenis perangkat pembuat foto sampai saat ini) [3]. Dengannya, pemandangan yang indah di alam sekitar lalu dapat diproyeksikan ke atas kanvas, untuk lalu dapat dilukis ulang dengan perspektif yang akurat. Hasilnya lantas dapat dibawa-bawa, agar keindahan alam tersebut juga bisa dinikmati orang lain di tempat lainnya.
Di kemudian hari, orang lalu menggunakan medium film untuk menggantikan fungsi kanvas. Pada tahun 2006, dengan memanfaatkan metode ini, sebuah tim fotografer membuat “Foto terbesar di dunia” [4]. Mereka menggunakan sebuah hanggar tua yang telah tidak dipakai sebagai ‘ruang kamar’ untuk merekam citra. Persis seperti pada ilustrasi di atas, seluruh permukaan hanggar ditutup rapat, kecuali pada sebuah ‘lubang jarum’ yang sangat kecil. Hasilnya, foto yang diabadikan dapat mencapai ukuran 33 kali 8,5 meter persegi.
Mudah Dibuat Sendiri
Dengan mengganti ‘ruang kamar’ dengan sebuah kotak kecil, dan menempatkan media perekam (film ataupun sensor digital) di sisi yang berseberangan dengan ‘lubang jarum’, maka siapapun dapat membuat kamera ini sendiri, misalnya memakai sebuah kotak pensil bekas [5]. Cara mengoperasikannya pun cukup mudah: mainkan lebar bukaan ‘lubang jarum’ serta atur seberapa lama lubang itu dibiarkan terbuka. Secara sederhana, dua aturan di bawah dapat dijadikan panduan:
  1. Semakin besar lubang, dan semakin lama bukaan lubang: maka citra menjadi semakin terang, tapi detilnya semakin kabur.
  2. Semakin kecil lubang, dan semakin singkat bukaan lubang: maka citra menjadi semakin gelap, tapi detilnya semakin tajam.
Nah, selamat mencoba membuat kamera anda sendiri, tanpa lensa!

Fisika Tidak Mudah, Tapi Indah


 
Apa yang ada di benak kalian ketika mendengar kata mekanika, kalor, listrik, magnet, dan relativitas? Bagi anda yang pernah duduk di bangku SMP dan SMA pasti sudah mengenal kelima kata tersebut. Maafkan saya apabila di antara kalian ada yang trauma setelah diingatkan kembali dengan kelima kata tersebut, dan tidak perlu berterima kasih juga bagi kalian yang begitu gembira dan semangat ketika mendengar kata-kata tersebut.
Di sini saya tidak berpihak kepada siapa pun. Hanya saja, ada yang perlu kalian ketahui di luar sana daripada hanya mengingat hasil ulangan yang membuat anda kecewa atau mengingat begitu pintarnya anda ketika mendapatkan nilai tertinggi dalam mata ujian fisika. Selamat bagi anda yang sudah mampu mencengkeram fisika hingga mengantarkan anda berdiri di atas podium untuk menerima penghargaan, dan tetaplah untuk berpikir positif bagi anda yang dulu atau saat ini kurang beruntung dengan fisika. Kalau para ilmuwan mengatakan bahwa kimia merupakan the center of science, maka saya berani mengatakan bahwa fisika adalah a beautiful angel yang akan membawa kita menuju perubahan dan peradaban besar. Namun, tidak banyak para pemuda yang tahu, karena mereka masih terikat dengan paradigma-paradigma yang membuat mereka tidak bisa merasakan keindahan fisika.
Paradigma-paradigma seperti hanya mengandalkan belajar secara pasif, sistem kejar materi semalam, menghapal banyak rumus, dan anggapan bahwa fisika itu tidak lebih dari sekedar kebutuhan kurikulum sekolah, masih membelenggu kreatifitas berpikir sebagian dari para pelajar. Parahnya lagi, banyak dari mereka yang masih mempercayakan nasibnya pada rumus-rumus instan. Itu bukan cara yang tepat dalam memperlakukan fisika. Sama seperti disiplin ilmu lainnya, fisika perlu pemahaman dan kreatifitas. Pemahaman dan kreatifitas itu tidak akan datang hanya dari belajar secara pasif dan dalam satu malam saja, tapi datang dari kerja keras, cara belajar yang tepat, dan kebiasaan kita untuk berlatih menyelesaikan soal-soalnya secara rutin. Jangan membelenggu diri kita sendiri dengan kebiasaan-kebiasaan yang keliru. Coba saja simak cara belajar dari para pemenang Olimpiade Fisika Internasional.
Apakah mereka hanya golongan orang-orang yang memiliki IQ tinggi saja? Tidak! Mereka adalah orang-orang yang mau mengurangi sedikit waktu tidurnya untuk memahami, memperkuat konsep dasar, dan berlatih soal-soal dari mulai tingkat kesulitan yang rendah hingga tingkat kesulitan yang paling tinggi secara rutin. Ketika kebiasaan tersebut rutin kita lakukan, kita akan terbiasa untuk memodifikasi persamaan dari konsep dasar sesuai dengan kebutuhan dalam memecahkan permasalahan-permasalahaan fisika, sesulit apa pun itu.
Seperti apa yang telah disebutkan sebelumnya, bahwa tidak hanya orang yang memiliki IQ tinggi saja yang bisa menguasai fisika, tetapi semua orang yang mempunyai kemauan untuk bekerja keras pun bisa. Namun, bukan berarti fisika itu mudah. Ukuran susah dan mudah itu sangat relatif. Kita hanya perlu visualisasi yang tepat dalam memahami setiap konsepnya, dan pemahaman itu baru bisa kita dapatkan apabila kita telah mengenal filosofi fisika dengan baik. Syarat fundamental tersebut sangat diperlukan dalam memulai belajar fisika, tentunya didukung dengan semangat dan motivasi yang tinggi. Motivasi itu bisa datang dari mana saja, salah satunya dari mimpi. Kita tidak dilarang untuk bermimpi. Mimpi adalah aset mesin waktu[1] kita yang sangat berharga. Cukup kita bayangkan bagaimana jadinya menjadi orang yang mampu menguasai fisika, mendapatkan nilai yang bagus dalam ujian, menjadi pemenang dalam olimpiade, apalagi mampu memenangkan hadiah nobel. Lalu, kita bayangkan tatapan mata semua orang yang kagum dan gemuruh tepuk tangan saat kita berdiri di atas podium. Mimpi-mimpi tersebut akan memberikan semangat yang luar biasa untuk melakukan terobosan-terobosan baru dalam memahami konsep-konsep fisika dan menemukan ide orisinilnya. Pemahaman konsep dasar yang kuat adalah kunci utama dalam menjawab permasalahan fisika di segala kondisi.
Sejak duduk di bangku SMP dan SMA kita dikenalkan dengan beragam rumus-rumus fisika, mulai dari kinematika, dinamika, optik, momentum, impuls dan beragam materi mekanika lainnya. Namun, masih sering dijumpai beberapa pelajar yang selalu bertanya “Untuk mengerjakan soal ini rumusnya apa?” padahal sebelumnya dia sudah mempelajari persamaan dari beberapa hukum fisika yang sebenarnya menjadi konsep dasar dari solusi soal yang dia tanyakan. Bedanya, untuk soal tersebut diperlukan sedikit modifikasi dan kreatifitas. Contoh lain, misalnya ada seseorang yang diperintahkan untuk mengerjakan 100 soal mekanika. Akibat dari kebiasaannya yang lebih mengedepankan hapal rumus daripada paham konsep, dia menyalahkan si pembuat soal, karena tidak ada satu soal pun yang cocok dengan contoh soal yang dia temukan di dalam buku. Padahal, semua permasalahan mekanika yang dia jumpai hanya perlu sedikit modifikasi dari persamaan hukum Newton.
Sebenarnya, perumusan fisika secara matematis itu datang belakangan. Mengenai keberadaan fisika itu sendiri bermula dari kekaguman manusia terhadap hal-hal yang dihadapinya, baik mikrokosmos (alam kecil) maupun makrokosmos (alam besar), hingga akhirnya tertarik untuk mengadakan penelitian. Bagaimana Newton bisa menggagas teori gravitasi? Bagaimana Michael Faraday bisa menggagas hukumnya tentang GGL induksi elektromagnetik? Semuanya berasal dari ketertarikan dan rasa ingin tahu yang besar. Kumpulan pengalaman-pengalaman dan pengetahuan-pengetahuan dari sejumlah orang yang dipadukan secara harmonik dalam suatu bangun yang teratur itu terkumpul menjadi sebuah ilmu pengetahuan. Namun, pernyataan secara kualitatif saja belum cukup, seperti apa yang dikatakan oleh Lord Kelvin, bahwa “Pernyataan fisika itu belum lengkap apabila tidak disertai dengan data matematis.” Misalnya, kita tahu bahwa galaksi bima sakti itu luas, tapi seberapa luaskah itu luas? Bagaimana luasnya jika dibandingkan dengan galaksi andromeda? Atau, kita merasakan bahwa air itu panas, tapi seberapa panas air itu panas? Bagaimana dengan panas tubuh orang yang sedang demam? Seberapa panas tubuhnya panas? Seberapa besar perbedaan panas antara air panas dengan tubuh yang demam tersebut? Kita tidak bisa menjawabnya tanpa menggunakan data matematis.
Ada sebuah cerita menarik yang bisa kita terapkan dalam mempelajari fisika. Cerita tentang sebuah ember, batu-batuan, pasir, dan air. Pada mulanya, ember belum terisi apa-apa, dan di sekitar ember itu tersedia batuan dari mulai batu besar, batu kerikil, pasir, dan air yang harus mengisi penuh ember tersebut dengan proporsional. Sebaiknya kita mulai mengisi ember tersebut dengan batu besar terlebih dahulu hingga penuh, lalu kita mengisinya dengan batu-batu kerikil hingga penuh, kemudian mengisinya kembali dengan pasir hingga penuh, baru kita isi dengan air hingga penuh. Hasil akhir, kita akan mendapatkan ember yang berisi batu besar, batu kerikil, pasir dan air dengan proporsional.
Sebaliknya apa jadinya apabila kita mengisi terlebih dahulu ember tersebut dengan air hingga penuh? Sebagian air akan tumpah kembali saat kita memasukan pasir, batu kerikil dan batu besar. Sesuai dengan hukum archimedes bahwa: “Jika benda tercelup sebagian atau seluruhnya ke dalam zat cair, maka zat cair tersebut akan dipindahkan sebesar volum benda yang dicelupkan.” Hasilnya, pengisian ember dengan air sebelumnya menjadi sia-sia. Kisah ini mengajarkan bagaimana seharusnya belajar fisika dengan baik dan benar. Apabila otak kita diisi terlebih dulu dengan hapalan-hapalan rumus baru setelah itu mengerjakan soal, ingatan rumus-rumus dalam otak kita bisa tumpah dan sia-sia, karena tidak ada fondasi kuat yang menahannya. Seharusnya kita isi dengan pemahaman yang kuat terlebih dulu, baru setelah itu kita terjemahkan dalam bentuk persamaan matematis. Poin penting yang harus kita perhatikan selanjutnya adalah visualisasi dalam belajar fisika. Dalam mempelajari fisika, sebaiknya tidak hanya sekedar membaca buku, dan pasif di kelas saja. Cobalah keluar dan temukan peristiwa-peristiwa yang menarik di alam sekitar kita. Banyak sekali fenomena-fenomena fisika yang begitu cantik apabila kita amati dan kita renungkan. Misalnya, fenomena optik sederhana seperti kenapa sayap kupu-kupu dan bulu burung merak memancarkan warna-warna yang begitu cantik? Padahal, tidak dihasilkan oleh molekul pemberi warna atau pigmen. Tidak hanya itu, fenomena serupa seperti aurora, pelangi, matahari kembar, halo, fatamorgana dan masih banyak lagi yang lainnya.
            Fisika adalah a beautiful Angel. Seperti malaikat, fisika akan membawa kita menuju perubahan dan peradaban besar. Bagaimana tidak? Pasalnya, peralatan canggih yang hampir sering kita jumpai sekarang mayoritas adalah peralatan-peralatan fisika, seperti kipas angin, dispenser, rice cooker, oven, televisi, telefon seluler, motor, mobil, dan masih banyak lagi. Meskipun di samping itu terdapat pula konsekuensi dari efek negatifnya. Hampir semua disiplin ilmu sains bahkan ilmu sosial memerlukan konsep fisika. Biologi tidak akan berkembang dengan pesat tanpa adanya peralatan-peralatan biofisika yang membantu dalam melakukan penelitian seperti mikroskop, termometer, neraca, pendingin dan peralatan lainnya. Begitu pun dengan disiplin ilmu sains lainnya, tidak terlepas dari keberadaan fisika, dari mulai elektro dengan fisika listrik, astronomi dan kosmologi dengan astrofisika, telekomunikasi dengan fisika elektromagnetik, kimia dengan fisika material, pertambangan/geologi dengan geofisika, hingga ilmu ekonomi dengan ekonofisika.
            Pada saat bumi ini masih gelap gulita di setiap malam hari, dan belum ditemukan peralatan teknologi yang mempermudah pekerjaan manusia, kehidupan terasa sangat sulit dan melelahkan. Berbeda dengan masa sekarang. Tidak perlu pergi jauh-jauh untuk melihat saudara-saudara kita atau hanya sekedar menyampaikan rasa rindu karena kita memiliki televisi dan telefon, tidak perlu khawatir lagi akan ketinggalan informasi karena teknologi informasi semakin deras, tidak perlu repot-repot menggambar untuk mengabadikan atmosfer kebersamaan bersama keluarga karena kita memiliki kamera dengan bentuk dan aplikasi yang semakin bervariasi. Kita tidak perlu bingung bagaimana caranya melintasi samudra, karena kita memiliki pesawat. Hampir setiap aktifitas yang kita lakukan berkaitan erat dengan fisika. Jadi, tidak ada alasan lagi bagi orang-orang yang tidak menyukai fisika untuk menjauhi fisika.
            Selain di siang hari, sempatkanlah di malam hari untuk menatap langit yang berisi banyak sup galaktik yang cantik. Alam semesta ini terlalu indah untuk kita sia-siakan. Penciptaannya yang begitu apik dan tertib. Semuanya telah diatur sedemikian rupa oleh Sang Pencipta. Mulai dari bagaimana gaya gravitasi matahari yang dikerjakan oleh matahari pada bumi dan planet-planet lain bisa bertanggungjawab untuk mempertahankan planet-planet pada orbitnya mengelilingi matahari, gaya gravitasi yang dikerjakan oleh bumi pada bulan bisa menjaga bulan pada orbitnya dalam mengelilingi bumi, hingga banyaknya bintang, batuan meteor, planetoid, planet-planet dalam galaksi yang berbeda namun masih bisa bertahan dan berdampingan satu sama lain. Semakin kita mengenal fisika, semakin banyak fenomena-fenomena yang sebelumnya dianggap tabu dan mistik kini terungkap secara ilmiah. Selain itu, kita bisa mengenal Allah lebih dekat dengan melihat semua fenomena alam semesta sebagai hasil penciptaan-Nya.
            Sudah saatnya kita hilangkan ketergantungan terhadap paradigma-paradigma yang selama ini kita anggap benar, padahal keliru. Belajar fisika tidak sekedar hanya membaca buku dan pasif di kelas, apalagi masih menerapkan sistem kejar materi semalam, dan menghapal banyak rumus. Tapi, belajar fisika itu dimulai dengan membangun fondasi yang kokoh dari memahami konsep, kemudian kita terjemahkan dalam bentuk persamaan matematis, dan mengembangkannya sesuai dengan kebutuhan masalah yang kita hadapi. Fisika tidak Mudah, karena permasalahan fisika adalah permasalahan alam, sedangkan alam semesta ini tidak terbatas. Namun, kita akan mampu menghadapi sesulit apa pun permasalahan fisika, ketika kita berhasil memahami dan mengembangkan konsep dasarnya secara rutin dalam bentuk persamaan matematika sesuai dengan kebutuhan masalah yang kita hadapi, insting kita dalam memecahkan permasalahan fisika akan terbentuk dan kita akan merasakan keindahan yang membuat candu dalam setiap misteri yang disajikan oleh alam semesta ini.

[1] Mesin waktu yang dimiliki manusia adalah ingatan dan mimpi. Jika kita ingin pergi ke masa lalu, kita hanya perlu mengingatnya. Sedangkan jika kita ingin pergi ke masa depan, kita hanya perlu bermimpi.

Keajaiban Fisika membuat impian untuk Naik Lift ke Bulan





Keajaiban fisika dan nanoteknologi yang fantastis membuat impian naik lift ke Bulan, jadi nyata. Kalaupun tidak mencapai bulan, setidaknya lift itu bisa membawa kita menuju satelit yang mengorbit mengelilingi Bumi pada jarak yang lebih dekat dibanding orbit bulan.


Kini dapat dibangun dengan sangat mudah di dunia nanoteknologi menggunakan konsep fisika yang sangat sederhana.

Apa yang dibutuhkan untuk membuat lift ini? Satu hal yang pasti: bahan yang sangat kuat dan sangat panjang semacam kabel raksasa yang bisa menjulur dari bumi ke satelit yang sedang mengorbit itu. Itu lho, yang seperti di cerita dongeng Jack and the Bean Stalk. Tetapi kita tentunya tidak mau seperti Jack yang harus memanjat setinggi itu sampai mencapai negeri khayangan. Kita ingin meluncur ke luar angkasa di dalam sebuah 'lift' yang nyaman dan mampu membawa kita ke angkasa dalam sekejap. Hmm? rasanya jalan-jalan ke luar angkasa bisa menjadi agenda mingguan! Pasti seru menjelajahi jagad raya ini! Siapa sih yang bisa menyediakan keajaiban ini? Siapa lagi kalau bukan ilmuwan-ilmuwan pintar dari National Aeronautics and Space Administration (NASA) yang tersohor itu.

Menara setinggi 50 km

Apa rencana NASA dalam mewujudkan impian ini? Pertama-tama, kita tentunya membutuhkan sebuah menara yang sangat tinggi yang bisa dijadikan 'stasiun' keberangkatan ke angkasa. Menara ini harus lebih tinggi dari menara tertinggi yang ada di bumi saat ini. Menara ini harus mencapai ketinggian 50 km! Padahal bangunan tertinggi yang ada saat ini hanya sekitar 0,5 km. Pasti susah sekali membangun struktur yang setinggi itu! Kenapa harus setinggi itu? Ketinggian ini ternyata dibutuhkan untuk 'menancapkan' ujung kabel panjang yang menghubungkan bumi dengan satelit di luar angkasa. Menara yang sangat tinggi dan kabel yang sangat panjang ini dapat dibuat dengan teknologi yang sudah ada saat ini. Kenapa selama ini tidak pernah ada yang membuat menara setinggi itu jika memang manusia sudah mampu untuk membangunnya? Jawabnya sederhana saja! Biaya konstruksi bangunan setinggi itu sangat mahal. Lagipula, selama ini belum ada kebutuhan mendesak akan bangunan setinggi ini. Lalu bagaimana cara NASA mengakali biaya pembangunan proyek yang luar biasa ini? Dengan bantuan Nanoteknologi!

Nanoteknologi merupakan teknologi yang mengutak-atik material dalam ukuran nanometer (1 nanometer = seper satu miliar meter). Dengan demikian, nanoteknologi merupakan teknologi yang sangat presisi. Teknologi yang menakjubkan ini dapat membantu cita-cita NASA untuk menekan biaya pembangunan menara super tinggi dan kabel super panjang tadi. Mengapa bisa lebih murah dengan nanoteknologi? Karena melalui bantuan nanoteknologi para ilmuwan bisa mengatur susunan atom-atom yang digunakan sesuai kemauan mereka. Mereka bahkan bisa diprogram untuk melakukan self-assembly. Ini berarti, proses pembangunan kabel yang luar biasa panjang itu dapat berlangsung secara otomatis! Tenaga kerja manusia yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proyek ini dapat dikurangi. Proses pembangunannya pun bisa dipercepat.

Nanoteknologi juga sudah berhasil menyodorkan suatu material hebat yang sangat ringan, tetapi kekuatannya 100 kali lebih kuat dari baja! Material hebat ini diberi nama Carbon Nano-Tube (CNT). Material ini hanya tersusun dari atom karbon (C), seperti grafit dan berlian. Kuat tetapi sangat ringan sehingga menara dapat dibuat lebih tinggi dan kabel dapat dibuat lebih panjang dan kuat tanpa takut jatuh/roboh karena beratnya sendiri.

Hal berikut yang sangat dibutuhkan adalah sesuatu yang cukup berat yang mengorbit mengelilingi bumi. Asteroid dapat dimanfaatkan untuk tujuan ini! Asteroid ini berfungsi sebagai beban yang menstabilkan kabel serta satelit geostasioner yang sedang mengorbit itu (Gambar 1). Tanpa beban penstabil (counterweight), kabel dan satelit bisa jatuh menimpa bumi karena tertarik gravitasi, walaupun bahan konstruksinya merupakan material yang sangat ringan. Asteroid ini nantinya dihubungkan dengan satelit menggunakan kabel yang sama. Asteroid ini dapat diarahkan supaya mengorbit pada ketinggian tertentu mengelilingi bumi dengan cara menembaknya dengan rudal. Tabrakan dengan rudal tersebut dapat menggeser posisi asteroid sehingga berada pada jangkauan gravitasi bumi. Dengan demikian asteroid akan terus mengorbit mengelilingi bumi pada ketinggian yang sama.

Bisa lihat pemandangan

OK, rencana konstruksi bangunan dan lintasan/kabelnya tampaknya sudah cukup baik. Lalu bagaimana dengan 'lift'nya sendiri? Yang pasti bentuknya tidak sama dengan lift yang biasa kita lihat di gedung-gedung bertingkat. Lift ke luar angkasa ini berupa sebuah pesawat luar angkasa yang akan membawa penumpang dari bumi menuju satelit yang sedang mengorbit. Pesawat ini berbeda dengan pesawat luar angkasa yang saat ini digunakan para astronot untuk menjalankan misi-misi mereka.

Pesawat luar angkasa yang mereka gunakan harus diluncurkan menggunakan roket yang bisa melemparkan pesawat sampai ke luar atmosfer bumi. Pesawat yang akan menjadi lift kita nanti tidak membutuhkan roket semacam itu. Pesawat modern ini memanfaatkan konsep magnetic levitation (maglev). Teknologi maglev saat ini digunakan untuk kereta api (Maglev Trains) yang melayang (tidak menyentuh permukaan rel kereta) setinggi 5-10 cm di atas rel kereta. Kereta maglev bisa melayang di atas rel karena ada gaya tolak-menolak antara magnet-magnet yang dijejerkan di sepanjang rel dengan magnet-magnet yang dijejerkan di sepanjang dasar kereta, yang memiliki kutub yang berlawanan dengan magnet-magnet di sepanjang rel tadi.

Karena permukaan kereta dan rel tidak pernah bersentuhan (melayang) maka tidak terjadi gesekan antara kedua permukaan itu. Ini berarti kereta bisa meluncur dengan sangat cepat! Itu pun tanpa memerlukan banyak energi karena kereta meluncur dengan memanfaatkan gaya-gaya magnet yang mendorong dan menariknya sepanjang lintasan. Konsep inilah yang digunakan untuk lift luar angkasa kita. Pesawat maglev (Gambar 2) meluncur tanpa bersentuhan dengan kabel raksasa super panjang yang menjadi lintasannya. CNT yang ringan dan kuat tadi ternyata memiliki kelebihan lain.

Material ajaib ini dapat bersifat magnet. Padahal biasanya semua material karbon tidak pernah menunjukkan sifat magnet. Ini membuatnya semakin ideal untuk dijadikan bahan pembuat kabel raksasa kita. Perjalanan ke luar angkasa pun dapat ditempuh sangat cepat dan mengasyikkan. Mengasyikkan karena kita dapat mengintip ke luar jendela pesawat saat sedang meluncur, sambil menikmati keindahan pemandangan bumi dan luar angkasa.

Indah sekali mimpi itu! Apa ini benar-benar bisa terwujud? Mengapa tidak? NASA sangat bersemangat mengembangkan nanoteknologi yang akan menjadi tulang punggung proyek ini, serta semua proyek NASA lainnya. Semangat NASA yang sangat tinggi ini dapat dimengerti karena saat ini semua proyek dan misi menjelajah ruang angkasa memakan biaya yang sangat besar. Dengan nanoteknologi semua biaya dapat diperkecil sehingga memungkinkan penjelajahan dan misi-misi yang lebih luar biasa dari yang selama ini direncanakan.

Nantinya, tidak hanya para astronot yang bisa menikmati perjalanan ke luar angkasa. Semua orang bisa berlibur ke luar angkasa! Kita pun bisa semakin memahami jagat raya melalui penelitian-penelitian yang tentunya dapat dijalankan dengan lebih cepat dan mudah dengan adanya lift ini.

Aksi Reaksi dalam fisika

Pernahkah anda menendang batu ? belum… pernahkah dirimu menendang dirinya ? ;) Pernakah anda menendang atau memukul alias meninju sesuatu ? jika pernah, apa yang anda rasakan ? sakit… bisakah dirimu menjelaskan mengapa tangan atau kaki terasa sakit ? Apabila anda tidak bisa menjelaskannya, pelajarilah Hukum III Newton dengan penuh semangat :)

Hukum III Newton

Pada Hukum II Newton, kita belajar bahwa gaya-gaya mempengaruhi gerakan benda. Dari manakah gaya tersebut datang ? dalam kehidupan sehari-hari, kita mengamati bahwa gaya yang diberikan kepada sebuah benda, selalu berasal dari benda lain. gerobak bergerak karena kita yang mendorong, paku dapat tertanam karena dipukul dengan martil, buah mangga yang lezat jatuh karena ditarik oleh gravitasi bumi, demikian juga benda yang terbuat dari besi ditarik oleh magnet. Apakah semua benda bergerak karena diberikan gaya oleh benda lain ?

Eyang Newton mengatakan bahwa kenyataan dalam kehidupan sehari-hari tidak semuanya seperti itu. Ketika sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain maka benda kedua tersebut membalas dengan memberikan gaya kepada benda pertama, di mana gaya yang diberikan sama besar tetapi berlawanan arah. Jadi gaya yang bekerja pada sebuah benda merupakan hasil interaksi dengan benda lain. Anda dapat melakukan percobaan untuk membuktikan hal ini. Tendanglah batu atau tembok dengan keras, maka kaki anda akan terasa sakit (jangan dilakukan). Mengapa kaki terasa sakit ? hal ini disebabkan karena ketika kita menendang tembok atau batu, tembok atau batu membalas memberikan gaya kepada kaki kita, di mana besar gaya tersebut sama, hanya berlawanan arah. Gaya yang kita berikan arahnya menuju batu atau tembok, sedangkan gaya yang diberikan oleh batu atau tembok arahnya menuju kaki kita. Ketika kita menendang bola, gaya yang kita berikan tersebut menggerakan bola. Pada saat yang sama, kita merasa gaya dari bola menekan kaki kita. Jika anda punya skate board, lakukanlah percobaan berikut ini sehingga semakin menambah pemahaman anda. letakan papan luncur alias skate board di dekat sebuah tembok. Berdirilah di atas skate board (papan luncur) tersebut dan doronglah tembok dihadapan anda. Apa yang anda alami ? skate board tersebut meluncur ke belakang. Aneh khan ? padahal anda tidak mendorong skate board ke belakang. Skate board meluncur ke belakang karena tembok yang anda dorong membalas memberikan gaya dorong kepada anda, di mana arah gaya yang diberikan tembok berlawanan arah dengan arah dorongan anda. anda mendorong tembok ke depan, sedangkan tembok mendorong anda ke belakang sehingga skate board kesayangan anda meluncur ke belakang. Jika anda tinggal di tepi pantai dan termasuk anak pantai, lakukanlah percobaan dengan menaiki perahu dan melemparkan sesuatu, entah batu atau benda lain ke luar dari perahu. Lakukanlah hal ini ketika perahu sedang diam. Amati bahwa perahu akan bergerak ke belakang jika anda melempar ke depan, dan sebaliknya. Serius… diriku pernah mencobanya. Nah, semua penjelasan panjang lebar ini adalah inti Hukum III Newton.



Apabila sebuah benda memberikan gaya kepada benda lain, maka benda kedua memberikan gaya kepada benda yang pertama. Kedua gaya tersebut memiliki besar yang sama tetapi berlawanan arah.

Secara matematis Hukum III Newton dapat ditulis sebagai berikut :

F A ke B = – F B ke A

F A ke B adalah gaya yang diberikan oleh benda A kepada benda B, sedangkan F B ke A adalah gaya yang yang diberikan benda B kepada benda A. Misalnya ketika anda menendang sebuah batu, maka gaya yang anda berikan adalah F A ke B, dan gaya ini bekerja pada batu. Gaya yang diberikan oleh batu kepada kaki anda adalah – F B ke A. Tanda negatif menunjukkan bahwa arah gaya reaksi tersebut berlawanan dengan gaya aksi yang anda berikan. Jika anda menggambar tanda panah yang melambangkan interaksi kedua gaya ini, maka gaya F A ke B digambar pada batu, sedangkan gaya yang diberikan batu kepada kaki anda, – F B ke A, digambarkan pada kaki anda.

Persamaan Hukum III Newton di atas juga bisa kita tulis sebagai berikut :

Faksi = -Freaksi

Hukum warisan eyang Newton ini dikenal dengan julukan hukum aksi-reaksi. Ada aksi maka ada reaksi, yang besarnya sama dan berlawanan arah. Kadang-kadang kedua gaya tersebut disebut pasangan aksi-reaksi. Ingat bahwa kedua gaya tersebut (gaya aksi-gaya reaksi) bekerja pada benda yang berbeda. Berbeda dengan Hukum I Newton dan Hukum II Newton yang menjelaskan gaya yang bekerja pada benda yang sama.

Gaya aksi dan reaksi adalah gaya kontak yang terjadi ketika kedua benda bersentuhan. Walaupun demikian, Hukum III Newton juga berlaku untuk gaya tak sentuh, seperti gaya gravitasi yang menarik buah mangga kesayangan anda. Ketika kita menjatuhkan batu, misalnya, antara bumi dan batu saling dipercepat satu dengan lain. batu bergerak menuju ke permukaan bumi, bumi juga bergerak menuju batu. Gaya total yang bekerja pada bumi dan batu besarnya sama. Bumi bergerak ke arah batu yang jatuh ? masa sich… karena massa bumi sangat besar maka percepatan yang dialami bumi sangat kecil (Ingat hubungan antara massa dan percepatan pada persamaan hukum II Newton). Walaupun secara makroskopis tidak tampak, tetapi bumi juga bergerak menuju batu atau benda yang jatuh akibat gravitasi. Bumi menarik batu, batu juga membalas gaya tarik bumi, di mana besar gaya tersebut sama namun arahnya berlawanan.

Merebus Air dengan cara fisika


MANA yang ibu kamu lebih suka lakukan, merebus air pada panci terbuka, atau tertutup? Benarkah menutup panci akan mempercepat air “mendidih”? atau justru dengan menutup panci justru akan “menaikkan” tekanan dan akan “memperlama” air mendidih? Mana yang benar? Bagaimana sebaiknya yang harus kamu lakukan jika ingin cepat membuat air “mendidih”?
Kamu tentu berpikir bahwa dengan menutup panci, maka akan ada “panas” yang tertahan dan akan membuat air lebih cepat mendidih. Yes, kamu betul. Penjelasan ilmiahnya adalah bahwa pada saat air dipanaskan dan temperaturnya naik, makin banyak uap air yang terbentuk di atas permukaan air tersebut.
Uap air ini merupakan “energi” yang dapat menaikkan temperatur air, artinya jika kamu “menjaga” supaya uap air ini tidak “lari” dengan menutup panci, maka kamu sudah “membantu” mempercepat menaikkan temperatur (air akan cepat mendidih). Situasi yang sama terjadi jika kamu meniup makanan atau minuman yang panas sebelum kamu santap. Sewaktu kamu “meniup” sebenarnya adalah “membuang” molekul-molekul “panas” dipermukaan makanan yang kamu tiup.
Namun kamu juga harus ingat, bahwa dengan menaikkan tekanan, akan menaikkan juga temperatur, artinya jika kamu menambah tekanan pada air yang kamu rebus, maka air itu akan semakin lama mendidih. Tapi panci yang kamu perlukan supaya kondisi itu terjadi bukanlah panci “biasa” yang ada di rumah kamu.

Gelembung Sabun


Pernahkah dirimu bermain gelembung sabun ? aneh ya, gelembung sabun kok bisa berbentuk bulat.. lucu & asyik… bisa ditiup lagi. Terus setelah terbang, gelembung sabun pecah. Wah, seru ya permainan masa kecil. Btw, mengapa ya gelembung sabun bisa berbentuk bulat ? Ngomong soal bulat, ada juga yang mirip gelembung sabun. Yang ini banyak dijumpai di pagi hari… coba dirimu bangun di pagi hari, terus perhatikan dedaunan yang ada di sekitar rumah. Amati tetesan embun yang menempel di dedaunan. Aneh kan, tetes embun juga kadang bentuknya bulat. Mengapa ya bisa seperti itu ? atau kalau dirimu malas bangun pagi, coba perhatikan tetesan air yang keluar dari kran air. Krannya ditutup dahulu. Setelah itu, putar kran perlahan-lahan hingga yang keluar dari mulut kran adalah tetes-tetas air… kalau diamati, air yang menetes dari mulut kran mula-mula menggumpal (bulat). Lama kelamaan bulatannya semakin besar lalu pecah dan jatuh ke lantai. Apa yang membuat air menjadi seperti itu ? semuanya bisa dijelaskan dengan ilmu fisika… fisika lagi, fisika lagi… mumet dah. Hehe… ingin tahu mengapa demikian ? mari kita bertarung dengan Tegangan Permukaan. Setelah mempelajari pokok bahasan Tegangan Permukaan, dirimu dengan mudah menjelaskan fenomena tersebut…

Aplikasi Konsep Tegangan Permukaan dalam kehidupan sehari-hari
Pernahkah dirimu bertanya, mengapa kita harus mencuci pakaian dengan sabun ? Persoalannya, agar pakaian yang kita cuci benar-benar bersih maka air harus melewati celah yang sangat sempit pada serat pakaian. Untuk itu diperlukan penambahan luas permukaan air. Nah, hal ini sangat sukar dilakukan karena adanya tegangan permukaan. Mau tidak mau nilai tegangan permukaan air harus diturunkan dahulu. Kita bisa menurunkan tegangan permukaan dengan cara menggunakan air panas. Makin tinggi suhu air, maka baik karena semakin tinggi suhu air, semakin kecil tegangan permukaan (lihat tabel). Ini alternatif pertama dan merupakan cara yang jarang digunakan. Kecuali mereka yang suka bermain dengan air panas

Alternatif lainnya adalah menggunakan sabun. Pada suhu 20 oC, nilai Tegangan Permukaan air sabun adalah 25,00 mN/m. Coba bandingkan antara air sabun dan air panas, manakah nilai tegangan permukaan paling kecil ? Pada 100 oC, nilai tegangan permukaan air panas = 58,90. Pada suhu 20 oC, nilai tegangan permukaan air sabun adalah 25,00 mN/m. Lebih menguntungkan pakai sabun… airnya juga tidak panas. Jangan heran kalau sabun sangat laris di pasar. Semuanya karena fisika oh fisika engkau yang kubenci, tapi telah membantuku membersihkan pakaian yang kotor. Bukan cuma pakaian, tapi tubuh kita juga. Ini cuma beberapa contoh…
(catatan : masih ada faktor lain yang mempengaruhi pakaian atau tubuh kita bisa dibersihkan dengan sabun. Jadi yang dijelaskan di atas hanya salah satu faktor yang mempengaruhi. Mungkin akan anda pelajari pada mata pelajaran kimia)

Keajaiban Fisika Quantum


Kita selama ini tertutup dengan dunia materi. Semuanya diukur dengan materi. Semua diukur dengan uang. Apaapa uang, ujungujungnya duit. Masya Allah. Inilah realitas yang telah menutup kita dari rizqi Allah. Padahal dibalik realitas materi itu ada dunia lain yang lebih indah, lebih mensejahterakan, lebih damai, lebih makmur, lebih kaya...Dalam penelitian modern, hal ini dibahasakan dengan realitas QUANTUM, realitas yang berada dibalik realitas dunia materi yang sekarang, namun menentukan seluruh hidup kita. Dunia quantum ini tidak terlihat secara kasat mata, namun ia terasa. Ia hidup. Ketika kita membeli barang, beli air kemasan misalnya. Sang penjual dengan kasarnya melempar air kemasan itu kepada kita, dan menagih untuk segera membayar, dengan kasar pula. Apa perasaan kita? Marah? Kesal? Ya, itu perasaan kita. Saya ingin bertanya kepada, bukankah tujuan kita untuk membeli air kemasan telah tercapai? Tapi kenapa kita marahmarah? Ya, ada “realitas” lain dari tujuan kita membeli air kemasan. Inilah dunia kita sekarang. Banyak yang sudah mencapai banyak uang, tapi kenapa masih belum bahagia? Karena uang tidak bisa membeli realitas QUANTUM kita. Cinta, adakah yang melihat cinta? Itulah realitas yang tak terlihat... itulah realitas quantum.
Itulah rahasia quantum, realitas yang tak nampak, namun terasa ada. Makin dalam, makin halus,makin tak terlihat, makin dahsyat. Ingat kekuatan bom atom? Berapa besar senjatanya? Uranium yang diledakkan tidak lebih dari 1 kg. Tapi dampaknya masih terasa sampai 30 tahun lamanya ketika Hiroshima dan Nagasaki dihantam dengan bom atom. Bandingkan dengan peluru (materi) yang beratnya 1 kg, dampaknya apakah sebesar kekuatan atom itu? Maka, jika kita menggunakan kekuatan quantum yang ada dalam diri kita, maka kekuatan yang dimunculkan akan dahsyat, melebihi kekuatan apapun di muka bumi ini.
Bendabenda yang ada di dunia ini membentuk realitas kita sekarang. Yang sebenarnya ia terdiri dari kumpulan molekul. Jika dibelah lagi, dibalik molekul ada atom. Dibalik atom ternyata ia adalah kumpulan partikelpartikel yang beredar dengan sangat indah. Apa yang ada dibalik itu? Secara umum, dia tidak terlihat, hanya bisa dirasakan. Inilah yang oleh para ilmuwan dibahasakan quanta atau paketpaket energi. Apa yang ada dibalik paket energi itu? Ya energi. Apa yang ada dibalik energi? Super energi yang tak lagi mampu dikaji oleh manusia. Selama 200 tahun, ilmuilmu dunia (utamanya fisika) hanya fokus pada bendabenda yang tampak. Mulai permulaan abad 20 banyak pertanyaan fisika newton yang tak bisa terjawab dengan teori yang ada. Itulah yang melahirkan banyak teori tentang quantum. Kita sebagai manusia juga punya levellevel energi seperti benda. Dunia kehidupan kita adalah realitas yang terbangun dari kumpulan nasib manusia. Nasib itu terbangun karena karakter hidup yang tercipta karena kebiasaan. Kebiasaan adalah tindakan yang berulang. Lalu apa yang ada dibalik tindakan? Tak nampak. Itulah fikiran, perasaan dan spiritual kita. Ini yang saya bahasakan dengan 3 level quantum. Level #1 fikiran, #2 perasaan dan #3 spiritual.
Hukum-hukum fisika kuantum yang unik dan agak sulit dipercaya,diantaranya:
  1. Di level kuantum sebenarnya tidak ada benda yang padat. Semua benda di dunia pada dasarnya terbuat dari ruang hampa.(Hal ini berarti di dunia kuantum tidak ada batasan fisik antara benda yang satu dengan lainnya.) 
  2. Tingkah laku partikel yang berubah-ubah dari benda padat menjadi getaran vibrasi dan sebaliknya bergantung pada niat penelitinya.
  3.  Berlaku hukum ketidakpastian. 
  4. Hukum Non lokalitas yang menyatakan bahwa unsur terkecil dari semua benda itu sebenarnya ada di sini dan di mana-mana sekaligus.
Hukum-hukum fisika kuantum itulah yang menjadi landasan bagi kami untuk berpendapat bahwa:Sesungguhnya doa yang dikabulkan oleh Rabb, Allah swt adalah doa yang berasal dari Qalbu(Hati Nurani/Jantung), tempat berasalnya perasaan manusia. Penjelasan melalui fisika kuantum yaitu bahwa perasaan merupakan unsur yang tidak tampak/kasat mata/termasuk dalam dunia kuantum, sehingga efeknya akan lebih besar dari pada doa 
yang diucapkan dari mulut, yang merupakan bagian dari fisika tampak. Kita bisa melihat ketika ledakan bom nuklir1kg(fisika kuantum) yang memiliki efek ledakan jauh melebihi ledakan 1kg peluru meriam(fisika tampak). Untuk dalil agamanya bagi pendapat ini adalah :
Hadist, Rasulullah saw bersabda “Innama a’malu bin niat” artinya “segala perbuatan itu tergantung dari niatnya.” Niat berada di dalam qalbu. Pahala suatu perbuatan dihitung sesuai niatnya. Ayat Al Quran, Sesungguhnya Allah tidak merubah NASIB satu kaum hingga mereka merubah apa yang ada pada diri mereka (dalam JIWA mereka)” (13:11).
Yang dimaksud ada pada diri mereka adalah Qalbu/Hati nurani yang merupakan bagian dari dunia kuantum, tempat berasalnya perasaan yg kemudian direspon oleh otak dengan mengeluarkan pikiran, pikiran melahirkan perbuatan. Kumpulan perbuatan melahirkan kebiasaan. Kebiasaan memunculkan karakter, karakterlah yang akan mengubah nasib.
Rasulullah bersabda," ....ketahuilah sesungguhnya didalam jasad itu ada segumpal daging, apabila baik dia maka baiklah seluruh jasadnya, dan apabila  rusak maka rusaklah seluruh jasadnya, ketauhilah bahwa dia itu adalah qalbu/hati nurani ". (Hadist riwayat Bukhari dan Muslim dari Abi Abdillah An-nu'man bin Basyir). Di hadist yang lain Rasulullah saw bersabda, Sesungguhnya orang beriman itu, kalau berdosa, akan akan terbentuk bercak hitam di qalbunya”. (HR Ibnu Majah). Sebenarnya ada hal yang salah kaprah bagi orang Indonesia dalam memahami qalbu, umumnya orang Indonesia menyebut Qalbu/Hati nurani dengan sebutan “Hati/Liver”. Padahal Qalbu yang dimaksud adalah jantung. Berikut penjelasan terincinya:
Banyak orang awam bingung dengan pengertian “heart“. Mungkin karena salah kaprah yang terjadi sejak jaman dulu, heart lebih sering diterjemahkan sebagai hati. Padahal in English, heart means pumplike organ of blood circulation, composed mainly of rhythmically contractile smooth muscle, located in the chest between the lungs and slightly to the left and consisting of four chambers. Also as the center of the total personality, esp. with reference to intuition, feeling, or emotion.
Sebagai perbandingan, ketika heart diterjemahkan ke dalam bahasa arab, akan didapat kata qalbu. Qalbu harus ditulis dengan huruf ‘q’ karena teks Arabnya menggunakan huruf (qaf). Di Indonesia banyak orang menuliskannya dengan huruf ‘k’ sehingga menjadi kalbu. Padahal ‘k’ adalah transliterasi dari (kaf) dan kalau ditulis (kalbu) maknanya adalah anjing. Jadi jauh benar bedanya antara qalbu (hatinurani) dengan kalbu (anjing).
Sebagian orang menerjemahkan heart dan qalbu dengan “hati”. Padahal hati (Inggris: liver) adalah organ tubuh yang ada di kanan dada dan fungsinya menyaring racun atau penyakit dari darah (fungsi metabolisme tubuh). Dalam Bahasa Arab hati disebut dengan ‘kibdun’ atau ‘kibdatun’. Bahasa Arab `Amiyah menyebutnya ‘kabid’. Jadi orang Arab tidak pernah memahami qalbu sebagai hati atau liver.
Kembali lagi mengupas ayat Al Quran dan hadist tentang Qalbu. Seluruh dalil tersebut memberikan pengertian tentang arti vitalnya organ Jantung/Hati Nurani sebagai awal atau asal perubahan sifat atau karakter seseorang. Lalu apa hubungan hati nurani dengan quanta(energy/super energy) dan hubungannya dengan musibah dan pahala.
Berikut ini kami mencoba menyampaikan, dengan didasari dari dalil-dalil agama dan dari teori dasar fisika kuantum. Merujuk pada teori dasar fisika kuantum yang disebut diatas pada poin satu bahwa  di level kuantum sebenarnya tidak ada benda yang padat. Semua benda di dunia pada dasarnya terbuat dari ruang hampa.(Hal ini berarti di dunia kuantum tidak ada batasan fisik antara benda yang satu dengan lainnya.). Seluruh benda dalam dunia kuantum saling berhubungan tanpa pembatas. Pada teori kedua disebutkan bahwa tingkah laku partikel yang berubah-ubah dari benda padat menjadi getaran vibrasi dan sebaliknya bergantung pada niat penelitinya. Disebutkan dari teori-teori tersebut bahwa tingkah laku partikel kuanta adalah merespon terhadap niat penelitinya atau arti lainnya partikel tersebut bereaksi terhadap qalbu/hati nurani manusia. Inilah sumber keadilan dari Rabb semesta alam. Inilah sebenarnya yang dialami oleh Dr.Masaru Emoto ketika meneliti partikel air. Ketika air di ucapkan kata-kata baik yang bersumber dari hati nurani, maka partikelnya membentuk wujud heksagonal yang berkilau indah seperti berlian. Namun sebaliknya jika diucapkan kata-kata yang buruk, maka partikel air tersebut membentuk wujud yang tidak beraturan, kusam dan jelek. Hal ini sebenarnya berlaku bagi seluruh benda,tidak hanya air(lihat teori kuantum poin dua). Karena sifat air yang tembus pandang/transparan, maka partikel airlah yang lebih mudah di amati.
Melalui penjelasan inilah, pemahaman ilmiah timbul bahwa orang berdosa akan mendapatkan hukumannya baik didunia maupun di akhirat. Ketika orang melakukan suatu dosa, yang niatnya pasti berasal dari qalbu, maka niat jelek tersebut yang mempengaruhi materi-materi kuantum disekitarnya menjadi partikel berwujud buruk. Sebagai contoh seseorang yang mengambil harta yang bukan haknya atau dalam bahasa terangnya melakukan korupsi, partikel quanta dari harta tersebut membentuk wujud yang buruk sebagai bentuk respon dari niat buruk korupsi. Kemudian harta yang partikel quantanya berbentuk buruk tersebut dibelanjakan menjadi makanan dan barang.Partikel quanta makanan dan barang tersebut terimbas pula menjadi bentuk yang buruk. Kemudian makanan itu di makan oleh seluruh keluarganya, sehingga seluruh partikel quanta tubuhnya, tubuh istrinya, dan tubuh-tubuh anaknya akan terkontaminasi berbentuk buruk pula. Ketika ada kuman penyakit yang juga merupakan partikel quanta berwujud negatif, kuman tersebut merespon dengan baik partikel quanta negative yang berada dalam tubuh, sehingga keluarganya mendapatkan musibah  yaitu mengidap suatu penyakit. Atau yang terjadi bisa peristiwa/adzab yang lain, karena partikel quanta tubuh si anak sudah tercemar/buruk, maka keburukan ini mempengaruhi qalbu si anak sehingga qalbunya menjadi buruk yang mengakibatkan anak tersebut memiliki akhlak yang buruk. Hal ini menjelaskan mengapa banyak keluarga koruptor memiliki anak yang memiliki akhlak yang buruk meskipun sudah dididik dengan etika di sekolah, atau banyak keluarga koruptor lainnya mendapatkan musibah lainnya seperti mengidap suatu penyakit. Sementara untuk barang yang dibeli dari hasil korupsi, contohnya mobil. Partikel quanta mobil tersebut merespon harta berquanta negatif dengan mengubah dirinya menjadi negatif pula. Sehingga jika mobil tersebut terlihat oleh seseorang yang memiliki qalbu yang negative/gelap maka terjadilah pencurian atau perampokan. Sehingga tidak mengherankan pada jaman Nabi dan para sahabat, para pedagang dipasar waktu itu, ketika mendengar adzan, mereka menutupi barang dagangannya dengan kain, kemudian meninggalkannya untuk melaksanakan shalat di Masjid. Dan barang dagangan tersebut aman meskipun tidak di simpan di dalam ruangan tertutup.Hal itu dikarenakan barang tersebut berasal dari harta yang bersih. Berikut kisah Nabi Musa tentang Keadilan Allah swt yang akan memperkuat hujjah saya sebelumnya.
Ketika Nabi Musa bermunajat di bukit Thursina,beliau berdo'a : "Ya Allah,tunjukkanlah keadilan-Mu kpdku" Allah pun berfirman kpd Musa, "Jika Aku menampakkan kedilan-Ku kpdmu,engkau tidak akan sabar&tergesa-gesa menyalahkan-Ku". Dengan taufik-Mu,"kata Musa,"aku akan bersabar menerima & menyaksikan keadilan-Mu".Firman-Nya"Pergilah engkau ke sebuah mata air, bersembunyilah engkau di dekatnya dan saksikanapayangakanterjadi".
Musa pun pergi ke mata air yg ditunjukkan kpdnya.Tidak lama kemudian, datanglah seorang penunggang kuda,kemudian turun utk minum air. Saat itu,sang penunggang kuda sedang menyimpan sekantong uang,dg tergesa2 ia pergi sehingga lupa membawa sekantong uangnya.Tidak lama kmudian,datanglah seorang anak kecil utk mengambil air.Ia melihat kantong uang lalu mengambilnya dan pergi. Setelah anak itu pergi,datanglah seorang kakek buta.Ia Mengambil air utk wudhu&kmudian shalat. Setelah si Kakek selesai shalat,datanglah penunggang kuda yg tadi. Bermaksud untuk mengambil sekantong uangnya,ia menemukan kakek buta sdg berdiri mau beranjak pergi
"Wahai kakek tua,kamu pasti mengambil kantongku yang berisi uang" bentak sang penunggang kuda. Kagetlah si Kakek,kmudian berkata,"Bagaimana saya dpt mengambil kantong anda,sementara saya buta?" "Jangan dusta kamu,tdk ada org lain di sini selainmu" bantah si penunggang kuda. Setelah bersitegang,kakek itupun dibunuhnya,kmudian ia menggeledah baju si kakek,namun tdk menemukan apa2
Saat Melihat kejadian tersebut,Nabi Musa protes kepada Allah SWT."Ya Allah,hamba sungguh tidak sabar melihat kejadian ini "Namun hamba yakin Engkau Maha Adil. Mengapa bisa terjadi" tanya Nabi Musa. Allah mengutus Malaikat Jibril utk menjelaskan apa yang terjadi "Wahai Musa,Allah Maha Mengetahui hal-hal ghaib yg tidak engkau ketahui.Anak kecil itu sebenarnya mengambil haknya sendiri.Dahulu ayahnya pernah bekerja pada si penunggang kuda.Tetapi jerih payahnya tidak dibayarkan.Jumlah yg harus dibayar sama persis dg yg diambil anak itu. Sementara itu,kakek buta adalah orang yg membunuh ayah anak kecil itu sebelum ia mengalami kebutaan.
Kemudian saya juga mencantumkan kisah hidup dari teman saya yang berfungsi memperkuat hujjah di atas.
Materi ini bermula ketika saya bertemu dengan guru saya, semoga Allah merahmati beliau. Kami saat itu berdua belas. Ada teman yang bertanya. “Kyai, kenapa hidup ini penuh krisis, ngantri BBM, sulit, banyak orang miskin?” Jawaban sang guru sederhana sekali. “Sebenarnya Allah menciptakan manusia tidak ada lain, kecuali ingin DIMULIAKAN dan DIMANJA. Dimuliakan karena diberikan kepadanya ilmu, akhirnya malaikat diperintahkan tunduk kepada Adam. Setelah dimuliakan, kemudian Allah meletakkan Adam di Syurga, dimanja, setiap keinginan dikabulkan oleh Allah, seketika itu juga” cerita beliau. “Tapi, karena satu dosa, maka dipersulit hidupnya oleh Allah. Yang tadinya hidup dimanja, hanya terbetik di benak, langsung datang yang diinginkan, sekarang manusia harus berusaha. Mulai dari memanjat pohon, mengambilnya, memetiknya, baru makan. Lebih sulit hidupnya...”“Namun, dosa manusia tidak berhenti. Akhirnya kembali hidupnya jadi sulit. Sekarang tidak boleh mengambil, sekarang harus menanam, lebih sulit. Dosa lagi manusia, sekarang tidak boleh menanam. Harus Beli. Kerja keras banting tulang untuk membeli sesuatu, lebih sulit hidupnya. Dosa lagi manusia. Sekarang Ngutang!”
“Apakah dosa manusia berhenti? Tidak. Maka sekarang kita hidup gali lobang tutup lobang, bahkan gali sumur tutup lobang!... “ Ujar beliau sambil memperhatikan kami. “Maka, kalau hidup kita kembali ingin di manja, sederhana saja, JANGAN BUAT DOSA...!” tutupnya dengan hikmah. Hal tersebut didukung dalil dari Al Quran dan Hadits yang menyebutkan ada hubungan antara perbuatan dosa dengan kesulitan hidup atau adzab. Dalilnya adalah :
1.         Dan taatilah Allah dan Rasul, supaya kamu diberi rahmat (QS.Ali Imran : 132)
2.         Dan dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada Rasul supaya kamu diberi rahmat (QS. An-Nur : 56)
3.         Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi  perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa adzab yang pedih (QS. An-Nur : 63)
4.         Hadits di riwayatkan oleh Al Imam Ibnu Abi Ashim dari Irbadl bin Sariyah berkata : Rasulullah bersabda :” Sungguh aku tinggalkan kalian diatas ajaran yang putih bersih malamnya bagaikan siang. Tidak ada seorangpun yang menyimpang darinya kecuali akan binasa.”
Sebenarnya ada benda di dunia ini yang merespon terhadap baik dan buruknya quanta. Benda tersebut adalah Hajar Aswad. Hal ini diterangkan dalam hadits :
* “Rukun itu (Hajar Aswad) dan Maqam (tempat berpijak Nabi Ibrahim) adalah batu Yaqut dari bebatuan surga. Dan jika tidak disentuh (oleh) dosa-dosa manusia, maka pastilah akan terang dunia ini (karena cahaya Hajar Aswad). Dan orang sakit yang menyetuhnya pastilah akan sembuh.” (HR. Baihaqi. Imam Nawawi dalam al-Majmu mengatakan bahwa sanad nya Sahih). Sabda Rasulullah dalam hadits yang lain adalah “Hajar Aswad itu diturunkan dari surga, warnanya lebih putih daripada susu, dan dosa-dosa anak cucu Adamlah yang menjadikannya hitam.
Quanta berwujud negative pada tiap-tiap individu yang berdosa mampu membuat sebuah daerah berquanta negative(hal ini ketika orang-orang baik hanya berjumlah sedikit dan mereka tidak mempunyai kekuatan atau mereka tidak mampu untuk mengingatkan dan mencegah kemaksiatan), maka daerah tersebut akan ditimpa Adzab oleh Allah swt. Sebagaimana disebutkan dalam ayat-ayat Al Quran berikut :
1.         17.16 (QS. Al Israa’ ayat 16): “Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”
2.         17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58): “Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”
3.         8.52 (QS. Al Anfaal: 52): (Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”
Hal ini saya sampaikan mengingat korupsi di Republik Indonesia semakin menjadi-jadi. Semoga tulisan ini mampu mencegah, menyadarkan para koruptor dari tingkah lakunya mencuri uang Negara, karena sebenarnya mereka telah menyimpan musibah untuk dirinya dan keluarganya, cepat atau lambat adzab atau musibah yang pedih akan menimpa mereka.
Dan sebenarnya cara memperbaiki qalbu yang tercemar tersebut sudah diatur di dalam Al Quran dan Hadits yaitu dengan cara bertobat nasuha kepada Allah/memohon ampun, mengeluarkan zakat dan sedekah dengan uang halal, serta melaksanakan sholat sesuai tuntunan Rasulullah(berdasarkan Al Quran dan Sunnah). Hal tersebut sesuai dengan dalil-dalil sebagai berikut :
1.         Allah berfirman “Ambillah zakat darisebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka” (QS at-Taubah 103).
2.         Rasulullah saw bersabda: “Sedekah dapat menolak kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 255, hadis ke 2)
3.         Pada suatu hari orang yahudi lewat dekat Rasulullah saw, lalu ia mengucapkan: Assam ‘alayka (kematian atasmu). Rasulullah saw menjawab: ‘Alayka (atasmu). Lalu para sahabatnya berkata: Ia mengucapkan salam atasmu dengan ucapan kematian, ia berkata: kematian atasmu. Nabi saw bersabda: “Demikian juga jawabanku.” Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Sesungguhnya orang yahudi ini tengkuknya akan digigit oleh binatang yang hitam (ular dan kalajengking) dan mematikannya. Kemudian orang yahudi itu pergi mencari kayu bakar lalu ia membawa kayu bakar yang banyak. Rasulullah saw belum meninggalkan tempat itu yahudi tersebut lewat lagi (belum mati). Maka Rasulullah saw bersabda kepadanya: “Letakkan kayu bakarmu.” Ternyata di dalam kayu bakar itu ada binatang hitam seperti yang dinyatakan oleh beliau. Kemudian Rasulullah saw bersabda: “Wahai yahudi, amal apa yang kamu lakukan? Ia menjawab: Aku tidak punya kerjaan kecuali mencari kayu bakar seperti yang aku bawa ini, dan aku membawa dua potong roti, lalu aku makan yang satu potong dan satu potong yang lain aku sedekahkan pada orang miskin. Maka Rasulullah saw bersabda: “Dengan sedekah itu Allah menyelamatkan dia.” Selanjutnya beliau bersabda: “Sedekah dapat menyelamatkan manusia dari kematian yang buruk.” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)
4.         Rasulullah saw berwasiat kepada Ali bin Abi Thalib (ra):
“Wahai Ali, sedekah itu dapat menolak takdir mubram (yang telah ditetapkan). Wahai Ali, silaturahim dapat menambah umur. Wahai Ali, tidak ada sedekah ketika keluarga dekatnya membutuhkan. Wahai Ali, tidak ada kebaikan dalam ucapan kecuali disertai perbuatan, dan tidak ada sedekah kecuali dengan niat (karena Allah).” (Al-Wasail 6: 267, hadis ke 4)
5.         Allah swt berfirman “Dan bertaubatlah kamu sekalian wahai kaum mukminin! Semoga kamu mendapat kemenangan”. (an-Nuur: 31)
6.         “Katakanlah! Wahai hamba-hamba Ku yang melampaui batas terhadap dirinya sendiri! Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnyanya Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan Kembalilah kamu kepada Tuhanmu dan berserah dirilah kepadaNya sebelum datang azab kepadamu kemudian kamu tidak dapat ditolong (lagi)”. (az-Zumar: 53-54)
7.         “Maka mengapa mereka tidak mahu bertaubat kepada Allah dan memohon ampun kepadaNya? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. (Al-Maidah, 74)
8.         Sesungguhnya shalat itu mencegah dari perbuatan keji dan munkar (QS.AL-Ankabut:45 ).
Mengapa kita melihat banyak sekali umat islam di Indonesia ini melaksanakan sholat namun perbuatannya masih tetap buruk. Hal ini terjadi karena sholatnya masih belum benar,belum sesuai yang di ajarkan oleh Rasulullah. Pada umumnya orang muslim di Indonesia lebih memilih sholat yang telah diajarkan turun temurun, namun tidak berani mengecek apakah sholat yang dilakukan ada dasarnya dari Al Quran dan Hadits. Padahal Rasulullah saw telah memberikan contoh tentang cara melaksanakan sholat yang benar(diriwayatkan dalam hadits yang terangkum dalam Sifat Shalat Nabi), sholat yang mampu mencegah manusia dari perbuatan keji dan mungkar. Semoga Allah swt mengampuni dosa-dosa penduduk negeri ini dan membukakan hidayah kepada seluruh ummat islam di Indonesia agar kembali lagi kepada Al Quran dan Sunnah/Hadits dalam menjalankan Agamanya. Amin 

Merebus Air di Gelas Plastik



KERTAS dan plastik akan terbakar, meleleh oleh api, begitu juga kain. Tapi kamu tentu pernah mendengar percobaan mendidihkan air di gelas plastik, atau kantong plastik. Atau kamu belum pernah mengetahuinya? Baiklah, isi sebuah kantong plastik dengan air lalu gantungkan pada api yang menyala, apakah yang terjadi? Kantong plastik akan “pecah”? sama sekali tidak, justru air di dalamnya akan mulai mendidih karena jilatan api. Kok bisa begitu?
Atau kamu bisa minta tolong ayah kamu yang kebetulah merokok, bungkus sekeping uang logam dengan sehelai kain atau saputangan. Lalu minta tolong ayah kamu mematikan rokoknya pada uang logam yang terbungkus kain itu. Apakah saputangan tersebut akan berlubang? Ternyata tidak lho!!
Syarat benda bisa terbakar adalah
(1) ada oksigen ;
(2) ada bahan bakar;
(3) ada sumber panas/api;
(4)tercapainya titik bakar pada sebuah benda. Nah jika satu dari ke empat syarat tersebut tidak ada, maka sebuah benda tidak akan bisa terbakar.
MySpace glitter graphic: CoolSpaceTricks.com


Contoh jika kamu membakar kertas, oksigen tersedia di udara bebas, lalu kertasnya sendiri adalah bahan bakar, kamu bisa menyulutnya dengan api, dan saat kertas terbakar artinya kertas sudah mencapai titik bakarnya. Singkatnya kertas pun terbakar dengan sukses.
Nah bagaimana dengan kasus air di dalam kantong plastik tadi? Nah semua syarat, oksigen, bahan bakar, dan sumber api sudah tersedia, namun titik bakar plastik tidak bisa tercapai karena “terserap” oleh air yang ada di dalam kantong plastik. Akibatnya, api yang ada tidak “membakar” plastik. Begitu juga dengan kain yang “disundut” rokok, tidak akan terbakar, karena titik bakar kainnya belum tercapai gara-gara panas api rokok “terserap” oleh dinginnya uang logam.
Wah, kamu sudah bisa melakukan demonstrasi “sulap” dong… Awas ya, hati-hati jika kamu melakukan percobaan dengan api
SELAMAT MENCOBA,, 

Rahasia Besi

Besi siapa yang tidk tau dengan besi, semua orang tau. besi banyak kita temukan di mana saja, tapi kita hanya melihatnya sebagai sampah buangan yang berhamburan di sembarang tempat tanpa kita tau apa, bagaimana, dari mana besi itu,?
Ok,, dari pada kita binggung  Let's go ,, !!! langsung saja kita bahas yuk bagaimana besi itu dan apa rahasia dibalik besi...

Besi adalah salah satu unsur yang dinyatakan secara jelas dalam Al Qur'an. Dalam Surat Al Hadiid, yang berarti "besi", kita diberitahu sebagai berikut:

"…Dan Kami turunkan besi yang padanya terdapat kekuatan yang hebat dan berbagai manfaat bagi manusia ...." (Al Qur'an, 57:25)

Kata "anzalnaa" yang berarti "kami turunkan" khusus digunakan untuk besi dalam ayat ini, dapat diartikan secara kiasan untuk menjelaskan bahwa besi diciptakan untuk memberi manfaat bagi manusia. Tapi ketika kita mempertimbangkan makna harfiah kata ini, yakni "secara bendawi diturunkan dari langit", kita akan menyadari bahwa ayat ini memiliki keajaiban ilmiah yang sangat penting.


Ini dikarenakan penemuan astronomi modern telah mengungkap bahwa logam besi yang ditemukan di bumi kita berasal dari bintang-bintang raksasa di angkasa luar.


Logam berat di alam semesta dibuat dan dihasilkan dalam inti bintang-bintang raksasa. Akan tetapi sistem tata surya kita tidak memiliki struktur yang cocok untuk menghasilkan besi secara mandiri. Besi hanya dapat dibuat dan dihasilkan dalam bintang-bintang yang jauh lebih besar dari matahari, yang suhunya mencapai beberapa ratus juta derajat. Ketika jumlah besi telah melampaui batas tertentu dalam sebuah bintang, bintang tersebut tidak mampu lagi menanggungnya, dan akhirnya meledak melalui peristiwa yang disebut "nova" atau "supernova". Akibat dari ledakan ini, meteor-meteor yang mengandung besi bertaburan di seluruh penjuru alam semesta dan mereka bergerak melalui ruang hampa hingga mengalami tarikan oleh gaya gravitasi benda angkasa.


Semua ini menunjukkan bahwa logam besi tidak terbentuk di bumi melainkan kiriman dari bintang-bintang yang meledak di ruang angkasa melalui meteor-meteor dan "diturunkan ke bumi", persis seperti dinyatakan dalam ayat tersebut: Jelaslah bahwa fakta ini tidak dapat diketahui secara ilmiah pada abad ke-7 ketika Al Qur'an diturunkan.


Penciptaan yang Berpasang-pasangan

"Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui." (Al Qur'an, 36:36)

Meskipun gagasan tentang "pasangan" umumnya bermakna laki-laki dan perempuan, atau jantan dan betina, ungkapan "maupun dari apa yang tidak mereka ketahui" dalam ayat di atas memiliki cakupan yang lebih luas. Kini, cakupan makna lain dari ayat tersebut telah terungkap. Ilmuwan Inggris, Paul Dirac, yang menyatakan bahwa materi diciptakan secara berpasangan, dianugerahi Hadiah Nobel di bidang fisika pada tahun 1933. Penemuan ini, yang disebut "parité", menyatakan bahwa materi berpasangan dengan lawan jenisnya: anti-materi. Anti-materi memiliki sifat-sifat yang berlawanan dengan materi. Misalnya, berbeda dengan materi, elektron anti-materi bermuatan positif, dan protonnya bermuatan negatif. Fakta ini dinyatakan dalam sebuah sumber ilmiah sebagaimana berikut:


"…setiap partikel memiliki anti-partikel dengan muatan yang berlawanan … … dan hubungan ketidakpastian mengatakan kepada kita bahwa penciptaan berpasangan dan pemusnahan berpasangan terjadi di dalam vakum di setiap saat, di setiap tempat."


Semua ini menunjukkan bahwa unsur besi tidak terbentuk di Bumi, melainkan dibawa oleh meteor-meteor melalui ledakan bintang-bintang di luar angkasa, dan kemudian "dikirim ke bumi", persis sebagaimana dinyatakan dalam ayat tersebut. Jelas bahwa fakta ini tak mungkin diketahui secara ilmiah pada abad ke-7, di saat Al Qur'an diturunkan. (
http://www.2think.org/nothingness.html, Henning Genz – Nothingness: The Science of Empty Space, s. 205)

Keajaiban Fisika, Jembatan Cair

 
Jembatan yang terbuat dari zat cair? Bukan sulap bukan sihir, sebab itu bisa dibuat dengan ilmu fisika. Sebuah tim peneliti dari Austria mendemonstrasikan bahwa kini kita dapat membangun jembatan yang tersusun dari zat cair.
Dalam percobaan tersebut, tim ini berhasil memperagakan sebuah jembatan yang tersusun dari air murni yang telah didestilasi tiga kali. Mereka juga menghubungkan celah sepanjang 2,5 centimeter hingga selama 45 menit, seakan melawan pengaruh gaya gravitasi. Sepintas hal ini terdengar seperti sihir, walaupun jelas hanyalah rekayasa fisika. Lantas, apa rahasianya? Tegangan tinggi Salah satu kunci dalam percobaan tersebut adalah pemakaian tegangan listrik yang tinggi. Tim tersebut menempatkan air murni yang akan dijadikan jembatan itu di dalam dua buah gelas kaca, kemudian sepasang elektroda diletakkan di dalamnya. Kedua gelas kaca diletakkan berdekatan namun tidak berhimpitan. Dalam waktu hanya seperseribu detik setelah perbedaan tegangan sebesar 25 ribu volt diterapkan melalui sepasang elektroda tersebut, air di dalam salah satu gelas kaca merambat cepat ke tepian dan secepat kilat melompat melewati celah di antara kedua gelas kaca.
Apa yang menyebabkan tegangan tinggi tersebut mampu melontarkan air melompati celah dan lalu menjaga “jembatan cair” tidak runtuh dipengaruhi gravitasi? Saat ini belum ada yang mengetahuinya dengan pasti. Walaupun begitu, beberapa kesimpulan awal sudah bisa ditarik dari percobaan itu. Secara kimiawi sebuah molekul air dilambangkan dengan kode H2O. Ini karena memang molekul air terdiri dari dua atom hidrogen (H) yang bermuatan positif dan sebuah atom oksigen (O) bermuatan negatif. Saat genangan air murni dipengaruhi oleh medan listrik, seperti saat tegangan tinggi diterapkan pada percobaan di atas, maka molekul-molekul air akan berjejer rapih dan saling bergandengan: atom-atom hidrogen tertarik ke elektroda bermuatan negatif sementara atom oksigen menjurus ke elektrode positif. Selama ini hal ini sudah diketahui berlaku pada tingkat molekuler, akan tetapi belum pernah diperagakan sebelumnya pada tingkat makroskopik seperti pada percobaan jembatan cair di atas. Untuk menguji hipotesa ini, tim peneliti yang sama kemudian menggunakan sebatang kaca yang telah lebih dulu diberi muatan listrik. Ternyata memang medan listrik dari batang kaca mampu membuat bentuk jembatan cair itu berubah dari lurus menjadi melengkung mendekati batang kaca.
Air Mengalir Dalam Air Di antara pengukuran lain yang dilakukan, tim tersebut juga mengukur variasi kepadatan cairan di sepanjang “jembatan dari air” yang terbentuk. Mereka menggunakan metode optik yang umum disebut ‘visualisasi Schlieren’ . Dalam metode ini, berkas-berkas cahaya dilewatkan tegak lurus terhadap “jembatan dari air” dan kemudian melewati tepian sebuah silet tajam sebelum mencapai detektor cahaya. Jika kepadatan cairan di sepanjang jembatan itu seragam nilainya, maka semua berkas cahaya akan melewati tepian silet dan tertangkap oleh detektor. Akan tetapi, jika ada variasi kepadatan cairan pada jembatan itu, variasi itu akan membelokkan dan mengganggu jalan sebagian berkas cahaya yang lewat, sehingga total berkas yang tertangkap detektor menjadi berkurang. Dengan metode tersebut, tim dari Austria itu menemukan bahwa kepadatan cairan pada jembatan memang tidak seragam, di mana sisi bagian dalam dari jembatan lebih padat daripada sisi luarnya.
Selain itu, variasi kepadatan cairan tersebut tidaklah statis, melainkan mengalir dari gelas kaca yang satu ke yang lainnya. Sekedar sebagai analogi, anda bisa membayangkan sebuah kabel ko-axial (walaupun analogi ini tidaklah sangat akurat karena kedua fenomena ini berasal dari hukum fisika yang berbeda) di mana kabel di lingkaran dalam mengalirkan arus listrik sedangkan kabel di lingkaran luar hanyalah membantu menyalurkan aliran itu. Begitu juga, dalam “jembatan cair” ini, molekul air yang mengalir adalah molekul-molekul di sisi dalam, sedangkan molekul-molekul di sisi luar hanyalah diam dan membantu aliran molekul-molekul di sisi dalam jembatan.
Untuk Apa Selanjutnya? Tim dari Austria itu ingin mempelajari dengan lebih detil bagaimana sesungguhnya struktur molekul-molekul yang membentuk “embatan cair itu. Untuk itu mereka merencanakan percobaan lanjutan yang akan menggunakan sinar-X. Selain untuk menjawab keingintahuan secara ilmu fundamental, percobaan ini juga punya potensi aplikasi yang besar. Salah satunya berkaitan dengan bidang mikrofluida , di mana cairan-cairan dengan volume sangat kecil dikendalikan dengan presisi dan diteliti dengan akurat, baik untuk pendeteksian biologis, medis, maupun lingkungan. Saat ini masih banyak kendala yang perlu dipecahkan sebelum sebuah aplikasi nyata bisa diperoleh. Salah satunya adalah bahwa jembatan cair ini tidak bisa bertahan jika air murni yang telah didestilasi tiga kali tersebut dikotori oleh debu dan partikel. Akibat muatan-muatan tambahan yang dibawa oleh debu dan partikel itu, maka jembatan cair itu akan dilewati arus listrik yang semakin tinggi. Suhu pada jembatan itu ikut meningkat, dan jembatan akan runtuh karena gerakan acak molekul-molekul air mengalahkan efek medan listrik yang telah menjajarkannya dengan rapi. Walaupun begitu, bukan tidak mungkin percobaan-percobaan berikutnya akan memunculkan kejutan dan gagasan baru yang akan memecahkan kendala di atas.